Home / INSPIRASI / Kisah N’golo Kante, Pemain Muslim Juara Dunia yang Dulunya Pemulung

Kisah N’golo Kante, Pemain Muslim Juara Dunia yang Dulunya Pemulung

Smarteen.co.id — Kante lahir pada tanggal 29 maret 1991 di Paris, dia adalah anak pertama dari keempat bersaudara. Ayahnya meninggal dunia disaat dirinya masih kecil, hal itu membuatnya harus menanggung beban untuk mencari uang demi kehidupan keluarganya.

Saat kecil dirinya menjadi pemulung dan ibunya bekerja sebagai pembersih agar bisa mendapatkan uang.

Kante mencari limbah-limbah berharga dan disetorkannya kepada perusahaan kecil agar dia mendapatkan uang setiap harinya.

Pada awalnya sang pemain andalan Chelsea tersebut tidak bercita-cita menjadi pemain sepak bola, namun ketertarikannya muncul ketika Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998.

Saat berumur 8 tahun dia mulai masuk dalam klub kecil di pinggiran barat Prancis bernama JS Suresnes.

Menjadi pemain termuda yang diandalkan dan memberikan banyak juara untuk klub tersebut, pada tahun 2010 Kante pindah ke tim bernama Boulogne.

Sikapnya yang rendah hati dan mau terus belajar membuat Kante selalu memberikan kesan apik ke semua orang terdekatnya, dan akhirnya dia direkrut oleh Leicester City.

Bersama Leicester City, Kante dan rekan-rekannya berhasil masuk ke Premier League pada tahun 2015-2016.

Meski klubnya baru masuk di Premier League atau bisa dibilang adalah klub promosi, secara mengejutkan Leicester City berhasil menjadi juara di tahun itu.

Kante mulai banyak diperbincangkan karena permainannya yang ulet dan pantang menyerah, dirinya bermain dengan sangat cerdas dan sebisa mungkin menghentikan lawan tanpa melakukan pelanggaran.

Setelah meraih juara bersama Leicester City, Kante bergabung dengan Chelsea pada tahun 2016-2017.

Ditahun yang sama dengan didatangkannya Kante, Chelsea menjadi juara dan Kante lagi-lagi dinobatkan menjadi salah satu pemain terbaik di musim itu.

Pada tahun 2018, Prancis secara terhormat mengajak Kante untuk bermain di Piala Dunia dan menjadi pemain inti dalam timnas tersebut.

Di kompetisi akbar tersebut, timnas Prancis berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Argentina di babak final.

Siapa sangka seorang anak kecil yang dulunya menjadi pemulung kini malah memberikan gelar juara Piala Dunia untuk negaranya.

Impian Kante ketika kecil akhirnya terwujud.

“Saya berusia 7 ketika Prancis pertama kali memenangkannya (Piala Dunia) untuk negara (1998) dan saya berkata kepada teman-teman saya: suatu hari aku akan memenangkannya.” ujar Kante.

3 Tahun berturut-turut Kante merasakan menjadi juara, namun tidak membuatnya sombong.

Alih-alih sombong, dirinya malah tetap rendah hati bahkan tetap menggunakan mobil lamanya meskipun sudah mempunyai gaji 5,3 miliar per pekan.

Kante tetap menggunakan mobil Mini Copper S yang dibelinya pada tahun 2015 seharga 371 juta.

Dengan gaji 5,3 miliar per pekan tentunya mudah bagi Kante untuk membeli mobil mewah.

Media memberitakannya bahwa dia adalah pemain sepak bola yang memiliki kerendahan hati atau biasa disebut orang baik.

Namun Kante merasa cukup terganggu dengan media yang menilai kehidupan pribadinya, menurutnya dia adalah pemain sepak bola dan ingin diperhatikan permainannya.

“Saya bermain sepak bola dan ingin dianggap sebagai pemain sepak bola. Saya tidak ingin orang-orang memperhatikan tentang saya di luar sepak bola,” ujar Kante.

Kesimpulan

Banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari N’golo Kante, meski hidup sudah mapan dan kaya raya tidak membuat dirinya sombong, dirinya tetap rendah hati.

Meskipun terlahir dalam keadaan yang kurang mampu, Kante terus optimis meraih impiannya, dan terus berlatih.

Ingin menjadi pemain sepak bola? kunjungi website pemaincadangan.com disana kamu bisa belajar teknik dasar hingga tau peraturan apa saja yang ada di sepak bola.

About admin

Check Also

Keutamaan Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan, Bulan Sejuta Kebaikan

Smarteen.co.id –- Apa saja keutamaan bulan Ramadhan? Mari simak ulasan berikut ini. Sebab, Ramadhan adalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *