Adi Wicaksono Semangat Berproses untuk Raih Prestasi

Hadila – Aktif berorganisasi bisa memberi banyak manfaat bagi seseorang. Hal inilah yang dirasakan Adi Wicaksono, mahasiswa Institut Transportasi dan Logistik Trisakti Jakarta. Berkat pengalamannya berorganisasi, ia berhasil mewujudkan beberapa impiannya. Adi terpilih untuk mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Ia mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Universitas Bandar Lampung selama satu semester.

Untuk mengikuti program tersebut, tentu ada banyak tahapan yang harus Adi lewati, dan itu semua bukan hal yang mudah. Ia bahkan pernah gagal. Namun semangat yang membara membuatnya pantang menyerah hingga akhirnya berhasil mendapatkan apa yang diinginkan.

“Prosesnya dimulai dengan pendaftaran, kemudian seleksi administrasi. Setelah lolos, lanjut tes Kebhinekaan. Tes ini berisi wawasan Nusantara dan kebhinekaan Pancasila,” ujar Adi.

Setelah itu, lanjutnya, ada tes Value Clarification Attitude Transformation (VCAT). Tes ini digunakan untuk mengukur perubahan sikap dan transformasi pandangan individu terhadap topik atau situasi tertentu dari waktu ke waktu. “Secara umum, tes ini akan berguna untuk menghindari kekerasan seksual dan physical bullying,” jelas Adi.

Setelah lolos program PMM, Adi tak hanya mendapat kesempatan untuk belajar di kampus lain di Indonesia, tetapi juga berbagai benefit lainnya. Mulai dari biaya hidup, tiket pesawat, hingga sertifikat ketika telah menyelesaikan program. Semua itu ia raih berkat kegigihannya berjuang, bahkan sejak masih duduk di bangku SMP.

Sejak SMP, warga Klaten ini sudah aktif berorganisasi. Kemampuannya untuk berkomunikasi, berinteraksi, hingga membagi waktu inilah yang turut berperan mengantarkan Adi mencapai berbagai prestasi. Bagi Adi, organisasi merupakan hal penting yang tidak boleh dilewatkan seseorang, apalagi mahasiswa. Ada banyak manfaat yang bisa diraih dari sana, tetapi tak bisa diperoleh dari pembelajaran di dalam kelas. Namun demikian, agar keduanya dapat berjalan beriringan, kita harus pintar membagi waktu.

“Kalau saya, biasanya membagi waktu untuk kuliah dan organisasi dengan membuat time table. Jadi, time table ini akan membantu saya menyusun jadwal kegiatan secara lebih terorganisir, sehingga antara kegiatan akademik dan organisasi tidak akan bentrok,” ungkap Adi.

Meski begitu, bukan berarti Adi tak pernah mendapat rintangan dalam proses mencapai prestasi. Ia pernah mengalami kendala finansial yang membuatnya harus memutar otak untuk dapat tetap berjuang meraih sesuatu, meski dengan dana terbatas. Di samping itu, ia yang kini hidup di Jakarta juga harus bergelut dengan lingkungan ‘liar’. “Menurut saya, lingkungan pergaulan di Jakarta terlalu bebas dan ‘liar’, dan ini sebenarnya kurang mendukung upaya saya untuk berprestasi,” kata Adi.

Namun demikian, Adi tetap semangat menjalani semuanya. Ia percaya bahwa setiap tantangan akan membuat seseorang menjadi semakin kuat. Oleh karena itu, apa pun rintangan yang menghadang, akan ia hadapi dengan penuh keberanian. Selain itu, alumnus SMK Pelayaran Pancasila Kartasura, Sukoharjo, ini mengaku memiliki support system yang luar biasa hingga ia bisa bertahan dan mencapai titik ini.

“Semua ini berkat dorongan dari keluarga, juga teman-teman terdekat. Selain itu, saya sendiri juga punya prinsip untuk senantiasa belajar hal baru, dan menjadikannya sebagai sebuah pengalaman,” terangnya.

Sebelum berstatus mahasiswa, Adi pernah menyabet beberapa penghargaan bergengsi. Di antaranya, juara 1 Jumbara Temu Karya Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, juara 1 Kepemimpinan Jumbara PMI Kab. Klaten, juara 1 Perkemahan Wirakarya Cabang Kategori Sanggah Putra Terbaik se-Kabupaten Sukoharjo, juara 1 Lidi Bhuana Competition kategori Kepemimpinan Kabupaten Sukoharjo, serta juara 2 Perkemahan Saka Bhayangkara kategori P2B Polda Jawa Tengah.

Untuk teman-teman, ia punya sedikit pesan. Menurutnya, tidak ada kesuksesan tanpa kesusahan terlebih dahulu. “Tetap semangat, jangan pernah mengeluh. Percayalah, yang namanya kesuksesan itu butuh proses, tidak ada kesuksesan tanpa kesusahan. Pepatah mengatakan, tidak ada pelaut yang andal dari ombak yang tenang,” pungkas Adi. <>

 

Peliput: TEEN JOURNALIST

Budi Ayu Rosowati

SMAN 1 Karangdowo, Klaten

About Eni Widiastuti

Check Also

SMP IT Nur Hidayah

Bintang Utama SMPIT Nur Hidayah Hafal 15 Juz Al-Qur’an

Smarteen.co.id – SMP IT Nur Hidayah Surakarta menggelar Akhirusanah Kelas IX Angkatan 18, Kamis (13/6/2024). …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *