Home / NETIZEN / FIKSI / Cerpen Remaja: “Dengarkan Dulu, Tasya!” oleh Oryza Sativa Ramadhani

Cerpen Remaja: “Dengarkan Dulu, Tasya!” oleh Oryza Sativa Ramadhani

Smarteen.co.id — “Eh, Ara itu ternyata pencuri loh,” bisik Natalie kepadaku.

“Maksudmu apa? Ara itu baik kok! Kamu…” Natalie memotong ucapanku. “Halah, itu cuma kedok aja. Aslinya dia tuh suka curi barang-barangku. Buktinya, buku yang baru kubeli kemarin hilang waktu kutitipkan pada Ara. Asal kamu tahu, Ara itu selalu baik di depan semua orang, tapi di belakang busuk!”

Aku masih tak percaya dengan omongan Natalie barusan. Ara adalah teman baikku sejak kecil. Tentu aku lebih percaya pada Ara dibanding Natalie yang suka berbohong. Natalie selalu memfitnah siapa pun yang dibencinya.

“Kalau kamu tidak percaya, ikut aku!” Natalie menarik kencang tanganku. Ia membawaku menuju kelas. Sungguh, kejadian mengagetkan telah menyambutku begitu sampai di ambang pintu. Aku membelalakkan mata, tidak percaya. Dari sana aku melihat Ara sedang menggeledah tasku. Aku pun bergegas menghampiri Ara, lalu menarik tangan dan mencengkeram jilbabnya.

“Apa-apaan ini?” aku bertanya ketus.

“Tadi aku…”

“Sudahlah! Tidak ada yang perlu kau jelaskan. Jelas-jelas kamu mau mencuri barangku. Ternyata begitu ya, kelakuanmu. Selama ini kamu sudah kuanggap saudara, tapi kamu rusak seluruh kepercayaanku. Sebenarnya apa maumu?!”

cerpen remaja

Seisi kelas terdiam menyaksikan kejadian ini. Kelas menjadi lengang, menyisakan isak tangisku. “Kupikir kamu orang baik, tapi anggapanku selama ini salah! Ternyata benar kata Natalie, kamu bermuka dua. Di mana harga dirimu? Tega-teganya kamu hancurkan kepercayaanku. Aku kecewa.” Aku tak kuasa, terlontarlah kalimat itu dengan sendirinya. Ara menunduk dalam. Perlahan, dia mendongakkan kepalanya. Wajahnya kusut. Wajahku pun tak kalah kusut.

“Cukup, Tasya! Kamu boleh membenciku, boleh mencaciku. Tapi jangan sekali-kali kamu rendahkan harga diriku! Aku bukan orang yang seperti kamu bilang. Mana mungkin aku tega mengecewakan temanku sendiri?” Ara sesenggukan.

“Tutup mulutmu! Sudah berbuat salah, masih saja mengelak. Dasar manusia bertopeng!” hardikku kejam.

BACA JUGA: Cerpen Remaja Tentang Kehidupan Sekolah oleh Aksal Syah Falah

Aku menghambur lari keluar kelas meninggalkan Ara. Namun, dia justru mengejarku. Aku berlari tak tentu arah. Tanpa sadar, suara klakson terdengar nyaring di telingaku. Aku benar-benar tidak sadar kalau aku sudah berada di tengah jalan raya. Ara yang masih berada di tepi jalan meneriakiku histeris.

“Tasya, awas!” Ara segera berlari mendorongku. Aku tersungkur di tepi jalan. Aku menatap Ara yang tergeletak lemas di tengah jalan dengan darah mengucur deras dari kepalanya.

***

Ara dibawa ke rumah sakit. Guru-guru yang sudah mendengar beritanya segera berdatangan ke rumah sakit. Bu Risha, wali kelas kami, memelukku erat.

“Apa yang terjadi?” tanyanya. Aku hanya menggeleng, dan tetap menangis. Bu Risha mengelus pundakku lembut. Tangisku makin tersedu-sedu.

Tak lama kemudian, kami dizinkan menengok pasien. Ara tampak sadar, ia menoleh begitu derit pintu terdengar. “Maafkan aku, Ra. Aku nggak pernah membayangkan akan begini jadinya,” Aku terisak begitu melihat wajah teduh Ara.

Nggak apa-apa,” sahut Ara lemah. Aku pun langsung memeluknya. “Kamu harus percaya, aku nggak akan mengecewakan temanku sendiri. Tadi itu aku disuruh Lona ambil buku catatanmu, awalnya aku bersikeras menolak. Tapi dia memaksa,” Ara menjelaskan. Suaranya bergetar. Wajahnya pucat. Tangannya dingin.

BACA JUGA: CERPEN REMAJA: Monokrom, Karya Vatikha Fauziah

Kemudian, tiba-tiba mesin di samping ranjang Ara berbunyi aneh. Garis yang ada di sana pun tidak lagi melengkung-lengkung, hanya lurus melintang. Aku diam. Berdiri mematung. Tenggorokanku tercekat oleh air mata yang melimpah-ruah mengalir di pipi.

“Innalillahi wainna ilaihi roji’un… Semoga almarhumah tenang di alam sana…” kata seseorang. Aku masih belum percaya. Ara pergi… untuk selamanya. Dokter pun menutup tubuh Ara dengan selimut putih.

Hatiku kalut, memikirkan kalimat terakhir yang Ara ucapkan. Kini aku sadar, betapa berharganya sebuah kepercayaan. Di luar, langit tampak mendung, beberapa jenak kemudian berjatuhanlah tetesan air. Seolah alam pun ikut sedih atas kepergian Ara. []

Oleh:
Oryza Sativa Ramadhani
SMPIT Nur Hidayah Surakarta

About Ibnu

Check Also

bahagia dan sedih

Saat Kamu Bahagia atau Sedih, Jangan Pernah Melupakan Allah

Smarteen.co.id — Sobat, perlu kita sadari bahwa kebahagiaan dan kesedihan itu tak ubahnya seperti siang …

17 comments

  1. Everything is very open with a very clear description of the issues. Edithe Brew Jud

  2. I wanted to thank you for this good read!! I absolutely loved every little bit of it. Odilia Stephen Nations

  3. Assalam-o-Alaikum! sir,I could not find past papers of nums here. please help. Bernardina Reinald Creight

  4. Thanks so much for the blog post. Really thank you! Really Great. Vyky Norton Camilia

  5. Wow, this paragraph is nice, my younger sister is analyzing such things, thus I am going to tell her. Edin Konstantine Also

  6. Excellent post! We will be linking to this great content on our site. Keep up the good writing. Lula Jaime Johansen

  7. Very interesting details you have noted, thanks for posting. Janice Emmerich Laurel

  8. Waooo Jades Hotel I will be there. Please book two tables of N6,000 category at the Pool side. Hortensia Paxton Tiffany

  9. Probably from oracle because no one would want be accused of being some one so stupid. Salli Patty Finnigan

  10. If You Like To Buy Bike Like R15 V3 Then Visitt Sattarandi as Mc, Bc, Which Called Mtkeinsite, thankyou. Sofia Guthrie Lek

  11. I quite like reading an article that will make men and women think. Also, thanks for permitting me to comment. Andi Tobie Fidelity

  12. Currently it looks like WordPress is the preferred blogging platform available right now. Stefanie Alessandro Kai

  13. Really informative post. Really thank you! Awesome. Hanna Terrell Yann

  14. Way cool! Some very valid points! I appreciate you writing this post plus the rest of the website is very good. Gavrielle Bret Disharoon

  15. You completed a number of nice points there. I did a search on the theme and found nearly all folks will go along with with your blog. Jsandye Caesar Joli

  16. My brother recommended I would possibly like this website. Lindie Hunfredo Alicia

  17. You made a number of nice points there. I did a search on the matter and found the majority of persons will go along with with your blog. Lishe Maximilien Jonie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *