Saatnya Generasi Muda Bangun Kembali Sektor Pertanian Kita

Smarteen.co.id — Sebagai salah satu negara di kawasan Asia yang mayoritas negara industri berkembang, Indonesia tak mau kalah dalam melakukan pembangunan dan perbaikan di berbagai sektor guna mencapai kesejahteraan hidup yang lebih baik.

Namun kondisi tersebut membuat sektor pertanian seakan memudar, tampaknya Indonesia sendiri telah lupa dengan julukan ‘Negara Agraris’. Benar saja, pemerintah lebih memilih impor bahan makanan seperti beras, padahal kita sendiri punya. Alasannya, produksi dalam negeri tidak dapat mencukupi kebutuhan sehingga kita impor saja lebih mudah dan praktis, bukan?

Hal tersebut membuat semakin tertinggalnya sektor pertanian kita. Kenapa? Karena tak ada lagi yang berminat menggembangkannya, semua seakan menutup mata terutama generasi muda penerus bangsa ini.

Kita pasti akan memilih menjadi dokter, pejabat, guru, manager, atau selebriti daripada jadi petani, kenapa? Salah satu faktornya adalah cara pandang masyarakat yang menggangap petani itu pekerjaan rakyat kelas bawah dan berpenghasilan rendah, juga karena metode pertanian yang monoton sehingga diperlukan waktu lama untuk mendapatkan hasilnya.

Tidak seperti kerja di pabrik atau kantor, setiap bulan pasti mendapat gaji. Hal seperti itu membuat motivasi generasi muda untuk menjadi petani tak ada lagi, lantas siapa yang akan melakukannya esok nanti?

BACA JUGA: You Only Live Once (YOLO), Manfaatkan Waktumu untuk Kebaikan

Dari sahabat Anas bin Malik Ra, Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah seseorang muslim menanam tanam-tanaman, atau menabur benih di tanah, kemudian tanamannya itu dimakan oleh burung, atau ternak, atau manusia, melainkan menjadi sedekah baginya.” [H.R. Imam Bukhari no. 2321]

Di situ telah jelas bahwa petani adalah pekerjaan yang mulia, karena bisa bekerja sekaligus bersedekah pula. Kita generasi muda perlu mengubah cara pandang buruk akan hal itu dan sekarang mulai untuk bekerja sama membangun kembali sektor pertanian yang sudah lama rapuh.

Jangan puas  menjadi importir, tetapi berbahagialah saat jadi eksportir. Ubahlah kata Petani NO Manager YES, menjadi Petani YES Manager YES.[]

Oleh:
Annisa Fitriana S.
SMA Negeri 1 Karanganyar

About admin

Check Also

Aku Bisa Menggapai Mimpi

Kisah Nyata: Aku Bisa Menggapai Mimpiku

Smarteen.co.id – Sebenarnya aku tak pernah menyangka untuk bersekolah di sekolah swasta yang menjadi sekolahku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *