Home / CURHAT / Mengucap “Insya Allah” Saat Berjanji pada Teman Non-Muslim, Apakah Boleh?

Mengucap “Insya Allah” Saat Berjanji pada Teman Non-Muslim, Apakah Boleh?

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Jika suatu saat saya membuat janji dengan teman saya yang non-muslim apakah saya harus mengucapkan insya Allah? Atau itu hanya berlaku untuk umat muslim saja? Terima kasih. [Rega. 08565410xxxx]

Diasuh oleh:
Ustaz Tri Bimo Soewarno, Lc., M.S.I.
Ustaz dan Pengajar MAN 1 Surakarta

Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Sobat Rega, sebelumnya perlu kita pahami bahwa Islam memerintahkan setiap muslim untuk berinteraksi horizontal dengan siapa pun secara baik. Bahkan salah satu karakteristik istimewa yang ada pada dînul Islâm adalah insâniyyah (humanisme). Artinya, dalam perspektif Islam, manusia dihargai dalam statusnya sebagai manusia, baik muslim ataupun non-muslim.

Interaksi damai muslim dan non-muslim, bahu membahu dalam bidang muamalah semisal; kerja bakti massal, aktivitas sosial yang tidak terkait akidah, sangat dianjurkan.

Akan tetapi dalam ranah akidah, seorang muslim harus memiliki prinsip kuat. Tidak lantas membaur bebas dengan non-muslim. Prinsip yang digunakan dalam urusan akidah adalah “lakum dînukum wa liyadîn” (bagimu agamamu, dan bagiku agamaku). Setiap muslim dalam masalah akidah memiliki wilayah khusus yang tak bisa dicampur-adukkan dengan keyakinan-keyakinan lainnya.

Sobat Smarteen yang dimuliakan Allah, mengucapkan ungkapan tertentu kepada non-muslim harus dilihat konteksnya. Karena ucapan kepada non-muslim ada yang berkonsekuensi dan dilarang, seperti ucapan-ucapan yang mengarah pada legislasi keyakinan mereka tentang trinitas, atau status Yesus sebagai Tuhan, dan ada juga ucapan yang dibolehkan dan tak memiliki bobot konsekuensi apa pun.

Kala Rasulullah berdakwah, berbagai hinaan, cacian, hingga percobaan pembunuhan dialamatkan kepada beliau. Akan tetapi beliau senantiasa sabar, dan mendoakan orang-orang kafir dengan doa masyhur beliau, “Allâhummahdî qaumî fainnahum lâ ya’lamûn” (Ya Allah, berilah petunjuk kaumku, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tak mengerti).

BACA JUGA: Syarat dan Tata Cara Salat di Atas Kendaraan

Apa yang diucapkan Rasulullah merupakan salah satu ucapan yang dibolehkan, karena itu merupakan doa hidayah kepada non-muslim. Berbeda halnya dengan ucapan doa kepada non-muslim agar mereka  mendapat rahmat Allah semisal; Yarhamukumullâh (semogaa Allah senantiasa merahmati kalian) sedangkan mereka masih bersikukuh dengan keyakinan mereka, maka ucapan semisal itu tidak dilegalkan syariat.

Adapun ucapan “insya Allâh” yang berarti “Jika Allah berkehendak”. Maka menurut para ulama, ucapan tersebut merupakan ucapan netral yang boleh disampaikan kepada sesama muslim atau pun non-muslim. Ucapan tersebut mengandung penegasan bahwa segala sesuatu yang akan terjadi bergantung pada putusan Allah.

Rasulullah Lupa Mengucap Insya Allah

Sobat Smarteen, dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya orang-orang kafir tentang Dzulqurnain, pemuda Ashabul Kahfi, dan roh. Beliau menjanjikan akan menjawab beberapa pertanyaan tersebut pada keesokan paginya;

“Besok aku informasikan kepada kalian jawaban pertanyaan-pertanyaan kalian.”

Rasul yakin, bahwa wahyu akan turun, hingga beliau mampu menjawab beberapa pertanyaan tersebut pada pagi harinya. Beliau lupa mengucapkan “insya Allâh”.

Qadarallâh… Ternyata wahyu tidak turun dalam rentang waktu belasan hari (kisaran 15 hari). Rasul sangat sedih. Beliau tak tahu harus mengatakan apa kepada orang-orang kafir. Kebingungan dan kegundahan sempat menyelimuti diri Rasulullah Saw kala itu.

Hingga pada akhirnya turunlah peringatan kepada Rasulullah agar jangan memastikan satu hal yang belum terjadi. Allah berfirman, ”Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, ”Aku pasti melakukan itu besok pagi,” kecuali (dengan mengatakan),”InsyaAllâh.” (Q.S. Al-Kahfi (18): 23-24)

Simpulannya terkait dengan ucapan Insya Allâh, Sobat Smarteen, ucapan tersebut boleh disampaikan kepada saudara seiman atau pun non-muslim. Karena ucapan tersebut merupakan penegas, bahwa segala sesuatu tak akan mungkin terjadi kecuali dengan kehendak Allah semata. Kehendak Allah ini bersifat umum, untuk semua hamba-Nya, baik yang muslim atau pun non-muslim. Wallâhu a’lam bis shawâb. []

About admin

Check Also

tenggorokan serak

Cara Mengatasi Serak karena Kecapekan

Asalamualaikum, Dokter. Setiap habis kecapekan, ketika bangun tidur, suara saya sering jadi serak atau bahkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *