Home / NETIZEN / Problematik Para Pelajar dan Solusi Penyelesaiannya

Problematik Para Pelajar dan Solusi Penyelesaiannya

Smarteen.co.id — Pelajar adalah seorang anak yang tengah menjalankan proses pendidikan di lembaga pendidikan, umumnya di sekolah. Pelajar dan problematiknya memang rumit. Serumit-rumitnya masalah yang berkaitan dengan sekolah adalah seorang pelajar remaja yang ingin dimengerti. Menuntut segalanya mau mengerti dia.

Sekali lagi, remaja dan pelajar adalah sama. Remaja merupakan masa di saat tantangan hidup terasa baru. Di mana seorang manusia tengah mencari jati dirinya.  Saat emosi belum dapat dikendalikan (labil).

Belakangan ini banyak terjadi kenakalan remaja yang sangat mengerikan. Mengapa yang demikian bisa terjadi? Banyak faktornya. Namun, apakah kita masih mau menyalahkan sikap orang tua? Menyanggah bahwa itu tak sepenuhnya salah kita?

Masalah tentang siapa yang salah bukan saatnya untuk dibahas. Menurut kakak pembina pramuka di sekolah kami, Kak Fad, evaluasi adalah waktu di mana kita tidak menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalan.

Namun, evaluasi adalah waktu di mana kita harus mencari jalan keluar supaya tidak akan ada lagi kegagalan atas apa yang kita rencanakan. Evaluasi juga bukan mencari siapa yang salah, tetapi mencari penyebab dari diri kita, sehingga bisa menjadi lebih amanat.

BACA JUGA: Tips Hidup Hemat Tanpa Menjadi ‘Perhitungan’

Maka, sekarang saatnya kita menilik lebih dalam apa saja yang telah kita lakukan yang menyebabkan belajar bukan lagi kebutuhan, hanya sekadar kewajiban yang dijalankan.

Masih sering kita temukan seorang siswa mengeluh tentang tugas, tentang sikap guru yang kurang berkenan baginya, dan fasilitas sekolah. Bukankah itu merupakan sikap ingin dimengerti?

Seharusnya kita mencoba untuk mengerti sebelum ingin dimengerti, supaya kejadian-kejadian fatal sebagai pelajar remaja tak lagi terjadi. Dan kita akan fokus menjalani kewajiban tidak sekadar untuk meminta kembali hak kita, tetapi kita dapat menjadi seorang pelajar yang paham atas beban yang dipikulnya, belajar. Belajar menjadi pribadi yang siap menantang zaman, bukan ditantang zaman. []

Ervina Maulidya
SMA Al-Abidin Bilingual Boarding School (ABBS) Surakarta

About admin

Check Also

dibully karena fisik

Pengalaman Hidup: Akan Kubuktikan, Seseorang Tidak Dinilai dari Fisiknya

Smarteen.co.id — Hari itu aku menahan air mataku sekuat tenaga agar tak lagi mengalir di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *