Home / CURHAT / Amal Baik dan Kompensasinya di Bulan Ramadan

Amal Baik dan Kompensasinya di Bulan Ramadan

Assalâmu’alaikum Wr. Wb. Ustaz, di bulan Ramadan, saya seringnya hanya melaksanakan amalan seperti puasa, salat wajib, Salat Tarawih, dan tadarus Al-Qur’an. Nah, apakah ada amalan lain di bulan Ramadan yang bisa saya lakukan, agar saya bisa menjalani Ramadan dengan sebaik-baiknya? [Amalia, 08587646xxxx]

Diasuh oleh: Ustaz Tri Bimo Soewarno, Lc., M.S.I.
Ustaz dan Pengajar MAN 1 Surakarta

Wassalâmu’alaikum Wr. Wb. Sobat Smarteen yang dicintai Allah, telah maklum adanya bahwa bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat mulia. Dari segi penamaan, bulan Ramadan selalu disifati atau dinisbatkan dengan sesuatu yang bernuansa positif.

Bulan Ramadan disebut dengan syahrun Mubârak (bulan yang penuh berkah), syahrul qur’ân (bulan diturunkannya Al-Qur’an), syahrussiyâm (bulan diwajibkannya puasa), syahrul qiyâm (bulan yang waktu malamnya dipenuhi aktivitas kebaikan), syahrusshabr (bulan kesabaran), dan penamaan lainnya yang menunjukkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa.

Amal Baik di Bulan Ramadan

Pada prinsipnya, Ramadan adalah bulan kompetisi bagi setiap mukmin dalam meng-up grade kebaikan. Semua kebaikan yang dilakukan pada bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya berlipat-lipat, sesuai dengan kemuliaan bulan ini, serta kualitas keikhlasan dan kesempurnaan seseorang kala beramal baik.

Karenanya, aktivitas positif apa pun di bulan Ramadan akan menjadi perkara istimewa, baik terkait dengan ‘ibâdah mahdhah seperti salat, puasa, umrah, tilawah Al-Qur’an, dan lain-lain, ataupun ibadah sosial semisal merajut interaksi baik dengan sesama manusia, sabar untuk tidak membalas kezaliman dengan hal serupa, atau berbagai perbuatan baik lainnya kepada makhluk Allah.

BACA JUGA: Tips Agar Tetap Bugar saat Puasa

Para ulama menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum fathu shahfah jadîdah ma’allâh (membuka lembaran putih baru dengan Allah). Diharapkan Ramadan menjadi titik tolak setiap mukmin untuk menjadi insan yang lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya, baik secara vertikal dengan Allah, ataupun horizontal dengan sesama manusia.

Kompensasi Amal Baik

Sobat Smarteen, untuk lebih memotivasi diri dalam beramal baik di bulan Ramadan, berikut beberapa kompensasi besar yang bisa didapatkan setiap mukmin pada bulan Ramadan;

Pertama, maghfirah adz-dzunûb (pengampunan dosa). Dalam beberapa riwayat sahih, dengan bahasa variatif, dijelaskan bahwa barang siapa berpuasa (man shâma), atau menghidupkan malam (man qâma), atau menghidupkan malam di malam lailatul qadr (man qâma lailatal qadr), dengan penuh keimanan dan mengharap rida Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu dileburkan.

Kedua, al-‘Itqu minannâr (dibebaskan dari api neraka). Dalam sebuah sabda yang diriwayatkan at-Tirmidzi, Rasul menjelaskan bahwa Allah Ta’âlâ pada setiap malam bulan Ramadan membebaskan hamba-hamba-Nya dari kobaran api neraka.

Ketiga, istijâbatu ad-du’â (diresponsnya doa). Bulan Ramadan merupakan bulan di mana doa setiap mukmin berpotensi besar dikabulkan Allah. Dalam salah satu hadis riwayat Imam Baihaqi, Rasul bersabda tentang 3 golongan manusia yang doanya akan diijabahi Allah. Salah satunya adalah; da’watu as-shâim hattâ yuftira (doa orang yang berpuasa, hingga berbuka).

Keempat, lailah al-qadr.Terdapat satu malam di bulan Ramadan yang lebih baik dari seribu bulan (khairun min alfi syahr). Siapa pun yang mendapatkan lailatul qadr, maka baginya umur kebaikan ‘lebih dari’ 84 tahun. Bisa jadi ia mendapatkan umur kebaikan 100 tahun atau bahkan lebih dari itu. Karena pembahasan Al-Qur’an, ‘lebih baik’ dari 1000 bulan, bukan ‘seperti’ 1000 bulan.

Umur umat Muhammad Saw sangatlah terbatas. Berkisar antara 60-70 tahun. Namun, umat Muhammad memiliki kesempatan mendapatkan umur kebaikan yang berlipat-lipat dari umur riilnya hidup di dunia kala mendapatkan beberapa kali lailatul qadr.

Kelima, farhatullâh bi’ibâdihi ash-shâimîn (kebahagiaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang berpuasa). Bulan Ramadan merupakan bulan di mana Allah membanggakan hamba-hamba-Nya yang berpuasa di hadapan para malaikat-Nya. Dipaparkan dalam salah satu hadis qudsi, bahwa Allah menyampaikan kepada para malaikat-Nya, tentang hamba-hamba-Nya yang meninggalkan makan,  minum, serta syahwatnya karena-Nya semata.

BACA JUGA: Cara Agar Generasi Milenial Hafal Al-Qur’an

Selanjutnya Allah menegaskan, ”Usyhidukum yâ malâikatî, annî qad gafartu li’abdî. (Aku bersaksi di hadapan kalian, wahai para malaikat-Ku, bahwa Aku telah mengampuni hamba-Ku).”

Demikian Sobat, beberapa hal yang perlu kita cermati terkait bulan Ramadan. Semoga semakin memotivasi kita untuk melakukan kebaikan dalam bentuk apa pun, hingga beragam kemuliaan dan kehormatan dapat kita rengkuh. Wallâhu a’lam bis shawâb. []

About admin

Check Also

lingkar perut normal

Lakukan Ini Agar Mendapat Lingkar Perut Normal

Smarteen.co.id — Ukuran lingkar perut bisa menjadi salah satu indikator kesehatan seseorang. Artinya, jika seseorang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *