Home / CURHAT / Cara Mengatasi Rasa Cemas Terhadap Masa Depan

Cara Mengatasi Rasa Cemas Terhadap Masa Depan

Asalamualaikum, Kak Sinyo. Saya Agung, kelas XII SMA. Akhir-akhir ini saya mengalami kecemasan berlebih. Saya cemas, bagaimana nanti kalau tidak lulus ujian. Kadang juga cemas setelah lulus mau ngapain, apakah bisa kuliah atau bekerja? Kalau tidak bisa, bagaimana? Rasa cemas ini mengganggu sekali. Saya jadi sering bengong, nggak tau mau ngapain. Bagaimana mengatasi ini, Kak? [08572140xxxx]

Diasuh oleh:
Kak Sinyo Egie
Pemerhati Remaja

Smarteen.co.id — Wa’alaikumussalam. Sobat harus memahami bahwa setiap manusia mengalami kecemasan. Rasa cemas dalam Islam datang dari bisikan setan tentang berbagai hal yang intinya mengajak kita tidak percaya lagi kepada Allah.

Merasa cemas adalah sesuatu yang wajar, tetapi menjadi tak wajar jika rasa itu berlebihan, hingga mengganggu aktivitas kehidupan.

Contoh, besok kita akan menempuh ujian masuk perguruan tinggi yang diidamkan. Tentu normal dan wajar kalau muncul rasa cemas, jangan-jangan hasil ujian nanti tidak sesuai standar kelulusan, sehingga tidak diterima.

Kecemasan itu menjadi tak wajar bila kemudian kita memutuskan untuk tidak ikut ujian, karena berlebihan membayangkan kita akan gagal.

Nah, bila kita sudah terlalu over terhadap kecemasan yang muncul, bagaimana solusinya? Pertama, pastikan bahwa semua hal yang berkaitan dengan kecemasan yang dirasakan telah dipersiapkan dengan baik.

mengatasi rasa cemas

BACA JUGA: Cara Mengatasi Rasa Cemas Berlebihan

Buat daftar persiapan dan aktivitas yang telah dikerjakan untuk menghadapinya. Misal, (1) aku sudah belajar semua materi pelajaran yang akan diujikan dengan baik, (2) aku telah berlatih mengerjakan contoh soal-soal prediksi ujian akhir setiap hari.

Kedua, buat alternatif kegiatan lanjutan terhadap hasil ujian. Misal, (1) kalau aku lulus maka ada dua jurusan yang ingin kumasuki, (2) kalau aku gagal ujian, aku ingin menjadi usahawan dengan ikut pelatihan gratis.

Ketiga, kerjakan kegiatan lain yang bermanfaat untuk mengurangi angan-angan berlebihan. Semua hal yang dibayangkan di masa depan itu baru angan-angan, belum tentu terjadi.

Keempat, percayalah bahwa apa yang terjadi pada kita, itulah yang terbaik dari Allah. Jika diberi ujian kebaikan, kita bersyukur. Jika diberi ujian keburukan, kita bersabar. Bersyukur dan bersabar inilah senjata umat muslim dalam menghadapi takdir Allah.[]

About admin

Check Also

membatalkan puasa

Sering Mengeluh, Apakah Membatakan Puasa?

Assalâmu’alaikum Wr. Wb. Ustaz, apakah mengeluh itu bisa membatalkan puasa? Meskipun itu hanya dilakukan dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *