KISAH NYATA: Catatan Hati Seorang Santri

Smarteen.co.id — Bait demi bait kalam-kalam-Nya telah kulantunkan. Rasa ketenangan dan kedamaian menyelimuti kalbu ini. Tak lama, kumerenung dalam keheningan sepertiga malam terakhir, terbayang sesuatu dalam benakku dan terlintas beberapa kisah hidupku bersama teman-teman seperjuanganku, “KAWARU GENS”.

Berawal dari pondok inilah kisahku terukir, dari 35 santriwati, kini hanya tersisa 28 santriwati. Tiga tahun lamanya hidup di penjara suci, meninggalkan banyak kesan suka maupun duka. Membekaskan goresan tinta termanis, tangis dan tawa yang selalu menghiasi hari-hariku menjadi bait-bait puisi dalam buku harianku serta menjadi beberapa alinea cerpen yang mengalir dari tinta penaku.

Kan kukenang kembali kisah-kisah yang telah terukir dalam benakku, kan kubuka kembali album memori dan buku harianku, dan terkadang aku tersenyum sendiri ketika membacanya. Aku berpikir you’re my reason to smile.

BACA JUGA: Kisahku di Asrama; Dari Tidak Betah, Suka Membangkang, Hingga Berubah Menjadi Lebih Baik

Kisahku dengan kalian bagaikan kamera karena setiap aku melihat dan membaca diary-ku ingin rasanya aku tersenyum seperti senyumku ketika wajahku di depan kamera.

Tatkala masalah datang menyapa kami, kami berusaha mencari jalan keluarnya, tatkala mendung menggelayut kami sama-sama bersedih kehilangan sang mentari, tetapi tak lama kemudian, Allahu Akbar! Ternyata Allah hendak memberi kita indahnya bias pelangi.

Kita berusaha memetik hikmah di balik masalah yang kita hadapi bersama-sama seperti memetik setangkai mawar nan indah dan mewangi di antara semak belukar yang penuh duri, kendati menyebabkan jari ini terluka tatkala memetiknya.

Catatan hati ini, kutuliskan untuk kawan seperjuanganku, sahabat KAWARU GENS. Ketika mulut ini tak lagi pandai menjelaskan, bibir ini hanya bisa diam membisu, dan keduanya hanya bisa melakukan aktivitas diam seribu bahasa, tetapi diam saya lebih berarti.

Kawan, raga ini tak sanggup bila harus berjuang sendirian, jiwa ini tak mampu berjuang tanpa sandaran, sebab perjuangan kita belum berakhir. Hati ini harus selalu kukuh memegang syariat-Nya agar kita tak terjerumus ke dalam lubang yang suram.

Sahabat KAWARU, kehidupan ini begitu terjal, banyak liku-liku dan jalan berbatu serta tikungan tajam yang harus kita lewati. Finally, kita akan menemukan jalan lurus yang kan membawa kita ke arah masa depan yang cerah. Masa depan yang telah lama menanti hadirnya aktris kehidupannya.

BACA JUGA: KISAH NYATA; Tekad Kuat Kalahkan Segala Ketakutan

Kawan, kebersamaan 3 tahun yang telah kita lalui akan selalu terukir dalam sanubariku, perpisahan esok bukanlah akhir dari pertemuan. Namun merupakan awal baru perjuangan kita.

Insya Allah kita pasti kan bertemu kembali. Terima kasihku untuk Novita, Riska, Rahab, Ama, Amel, Azi, Khofifah, Astrid, dan semua teman yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu, yang telah memberikan kenangan terindah dan goresan tinta termanis dalam penjara suci ini. []

Oleh: Roisah RA, Klaten

About admin

Check Also

Aku Bisa Menggapai Mimpi

Kisah Nyata: Aku Bisa Menggapai Mimpiku

Smarteen.co.id – Sebenarnya aku tak pernah menyangka untuk bersekolah di sekolah swasta yang menjadi sekolahku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *