Home / NETIZEN / KISAH NYATA: Dari Pacaran, Muhasabah, hingga Hijrah

KISAH NYATA: Dari Pacaran, Muhasabah, hingga Hijrah

Smarteen.co.id — Hari itu adalah hari terpenting dalam sejarah sepanjang perjalanan hidupku. Hari yang tak biasa dan mungkin di luar dugaan yang ada di dalam benakku. Hari di mana pertama kalinya kakiku ini melangkah di tempat yang sangat asing bagiku.

Waktu itu kaki kecilku bergetar bak diguncang gempa dahsyat, begitu pula jantungku yang berdetak dengan kencangnya, serasa diriku yang lemah ini tidak dapat melangkahkan kaki kecilku lagi.

Mungkin ini awal dari sejarah perjalanan hidupku yang baru, yaitu memasuki jenjang SMP setelah 6 tahun lamanya diriku melewati masa sekolah dasar dengan penuh suka dan duka.

SMP? Mungkin ini kata yang membuat hati kecilku gemetar. Ketika masuk dalam lingkungan baru, kita harus beradaptasi terlebih dahulu. Ada banyak tipe manusia di dunia ini, ada manusia yang mudah beradaptasi dan ada pula manusia yang sulit untuk beradaptasi. Alhamdulillah aku tipe orang yang mudah beradaptasi. Namun, mengapa rasa gemetar dalam diriku tak kunjung menghilang?

Ada pemandangan baru di SMP. Banyak remaja yang sudah mengenal dunia percintaan, mereka mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang indah. “Tak pacaran maka tak gaul,” itulah pepatah anak muda zaman now.

BACA JUGA: KISAH NYATA: Bumi Santri, Tempatku Berjuang Menempa Diri

Banyak siswa yang melakukan pergaulan bebas antara putra dan putri seakan tidak ada dinding pembatas yang membatasi mereka. Di sisi lain, ada juga siswa yang dengan pede-nya merokok. Apakah mereka tidak sadar bahwa merokok sama saja membunuh diri mereka sendiri secara perlahan-lahan? Itu merupakan sebagian hal-hal baru yang kulihat kala itu.

Setelah melakukan PPDB di SMP, aku mendapat informasi bahwa akan ada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Aku bertanya-tanya dalam hati kecilku, “Apa itu MPLS?”

***

Hari itu adalah hari yang menegangkan bagiku, ternyata MPLS kali ini antara regu putra dan putri digabung menjadi satu. Apa yang bisa kuperbuat? Aku hanya bisa menaati peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Dalam permainan kali ini, kami mulai berpegangan tangan dengan perempuan, seakan kami tidak takut dengan dosa zina.

Awalnya kami ragu-ragu. Namun, setelah permainan yang begitu menyenangkan kami pun menjadi akrab dengan perempuan. Pasti di antara kami sudah ada yang balig. Waktu itu kami belum mengetahui apa itu zina dan apa dosanya jika kita berzina. Kami masih menganggap perempuan seperti kawan sejenis. Makannya saat kami bersentuhan, rasanya biasa-biasa saja.

Hari itu juga, untuk pertama kalinya, aku melihat kakak kelasku berada di pojok kelas berduaan dan bermesraan. Seakan mereka melupakan apa itu batasan moral, etika, dan landasan norma agama.

Hingga tiba pada suatu hari, ada kejadian yang sangat luar biasa bagiku. Ada yang mengucapkan 3 kata ajaib kepadaku sampai membuatku begitu terkejut. Dia mengucapkan, “Aku cinta kamu.”

Aku bingung dan hanya bisa menatap dia—kakak kelasku. Aku bagai patung yang tak bisa bergerak walau sebentar. Lalu, akhirnya aku pun hanya bilang, “Iya.”

***

Waktu berlalu dengan begitu cepat. Aku dan kakak kelasku lambat laun menjadi semakin dekat. Dari yang awalnya hanya berbincang omong kosong saja, sampai kami bisa pergi jalan-jalan keluar setiap akhir pekan.

BACA JUGA: KISAH NYATA: Mahkota Santri, Pengalaman Indahku Menjadi Santri

Waktu itu aku belum mengetahui tentang zina, etika, dan moral. Yang kutahu hanyalah bisa berduaan dengan kakak kelasku itu. Tak terasa hubungan kami berjalan hingga dua tahun lamanya.

Setelah itu, perpisahan antara aku dan kakak kelasku akhirnya terjadi. Aku merasa kehilangan dia. Namun, seiring berjalannya waktu aku bisa move on juga, meski tanpa dia. Satu tahun kemudian, aku pun lulus dari SMP.

Aku melihat sebuah brosur SMK di mading sekolahku. Setelah aku minat dan ibu mendukung, akhirnya aku memberanikan diri untuk mendaftar. Semua seleksi kuikuti sampai selesai, dan selanjutnya aku membuka website SMK itu untuk melihat hasilnya.

Aku melihat namaku tercantum dengan jelas di sana. Aku diterima, dan mau tidak mau aku harus masuk asrama. Di asrama aku mulai muhasabah diri dan berjuang untuk berhijrah ke jalan Allah Swt.

Dari asrama inilah awal sejarah gelapku ditutup, dan sekarang aku membuka lembaran baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik. []

Oleh:
Risky Dwi Aryanto
SMKIT Smart Informatika Surakarta

About admin

Check Also

dibully karena fisik

Pengalaman Hidup: Akan Kubuktikan, Seseorang Tidak Dinilai dari Fisiknya

Smarteen.co.id — Hari itu aku menahan air mataku sekuat tenaga agar tak lagi mengalir di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *