Home / NETIZEN / FIKSI / CERPEN: Sosok Inspirasi?

CERPEN: Sosok Inspirasi?

Smarteen.co.id — Kayra, gadis kelas XI SMA Ganesha itu resmi hijrah, memakai kerudung, meski awalnya ragu. Hijrahnya terasa sulit, lebih-lebih ada tanggapan negatif dari teman-temannya.

“Toh, kapan lagi aku berubah jika bukan sekarang? Ya, sebelum dosaku banyak,” motivasinya mantap.

Di balik hijrahnya, ada seseorang yang menginspirasi Kayra. Seorang adik kelas hafiz Al-Qur’an 5 juz yang kalem. Kayra mengenalnya dari kajian rutin tiap Sabtu usai sekolah.

“Pada kesempatan ini pembicara kita, Bapak Wahyudi, akan menyampaikan sikap remaja muslim tentang cinta. Kita tahu cinta itu fitrah, tetapi sefitrahnya cinta kita juga harus menentukan sikap. Bukan begitu?” begitulah awalan sang adik kelas yang kerap membawakan acara kajian rutin itu.

“Siapa ya namanya?” penasaran Kayra tentang lelaki yang menginspirasinya untuk tidak lagi pacaran dan memilih jalan Allah.

“Eh, jika salah niat bagaimana? Seharusnya semua untuk Allah. Bukan untuk manusia,” lanjutnya, seolah perang batin. “Semuanya tetap untuk Allah. Dia hanya inspirasi saja,” lanjutnya lagi membenarkan.

Jadilah, sang adik kelas inspirasi kebaikan Kayra. Termasuk inspirasi untuk Salat Duha.

“Azam, apa kabar?” sapa seseorang pada tokoh inspirasinya kala duha itu.

Perlahan Kayra yang baru saja menjalankan Salat Duha mengangkat kepalanya. ‘Oh, namanya Azam,’ batin Kayra.

“Alhamdulilah baik, kamu?”

“Masih jomblo, Zam?” nyeletuk saja temannya itu bertanya.

BACA JUGA: CERPEN: Perginya Malaikat Tanpa Sayap

“Ah kamu. Ditanya balik kabarnya malah tanya pacar,” balas Azam tersenyum. Mereka lantas terbawa pembicaraan. Kayra menyimaknya. Dia penasaran.

“Aku masih Azam yang dulu. Pacaran sebelum menikah dalam Islam itu nggak ada dan dosa. Lagian, pacaran buang-buang waktu,” balas Azam.

Teman Azam mengangguk puas. Kayra pun bernapas lega. ‘Ah, tak salah aku menjadikannya inspirasi hijrahku,’ batin Kayra.

Berkat inspiring one-nya, seiring berjalannya waktu, hati Kayra lebih kebal terhadap gangguan setan untuk bermaksiat. Allah pun hadirkan sahabat yang salihah, prestasi Kayra membaik, dan kabar baiknya, Kayra hafal 1 juz Al-Qur’an, meskipun baru juz 30.

Kayra bersyukur Allah telah menuntunnya ke majelis taklim Sabtu itu. Hingga dia menemukan sosok inspiratifnya. Namun dia sadar, perubahannya harusnya untuk Allah, bukan untuk manusia.

***

7 bulan kemudian.

Terus memperbaiki diri, begitulah keseharian gadis yang sekarang kelas XII itu. Namun, kini Kayra sudah jarang melihat Azam. Sudah tiga pekan ini, Azam tak terlihat di masjid maupun kajian. Ke mana?

Kayra bertanya, tetapi dia tetap menjalankan aktivitas hariannya seperti biasanya. Layaknya hari ini, saat dia harus mengerjakan ulangan matematika sendirian di perpustakaan karena kemarin tidak masuk sekolah.

“Ah, Pak Jaya,” keluh Kayra saat tak sengaja matanya menangkap sosok paruh baya penjaga perpus di depannya. Lelaki itu terus saja mengawasinya. Seolah tim pengawas guru matematika.

“Ambil sendiri ya, di sana,” terdengar suara Pak Jaya sesaat kemudian pada dua orang adik kelas yang baru datang. Mereka berjalan mengambil sendiri 30 buku paket di belakang Kayra.

BACA JUGA: CERPEN: Cara Terbaik Menyalurkan Rindu

“Ah sial banget harus minjam buku gatiin si Azam. Semenjak punya Diandra dia jadi nggak dislipin, nggak ada tanggung jawab, nggak lagi peduli sama kelas,” keluh salah seorang dari mereka.

“Sikapnya sok pintar, agamis, sok ceramah dosa. Tetapi dia sendiri nggak bisa jaga hati. Dasar!” komentarnya lagi, disusul komentar lainnya.

Diam-diam, Kayra yang mendengarnya menjadi lemas. Tokoh inspirasinya, berubah. Dia ingin bertanya pada Azam, ‘kenapa?’. Namun, buat apa? Mereka tak saling mengenal. Kayra sendiri yang diam-diam terinspiasi, dan kemudian kecewa.

“Ya Allah,” kata Kayra lirih. Kini dia sadar, hijrahnya belum karena Allah, hingga Allah kirimkan jawaban yang cukup menyakitkan. Bersegera, Kayra memohon ampun pada Allah.[]

Manda Ari Maylanti
SMA Negeri  1 Wuryantoro, Wonogiri

About admin

Check Also

dibully karena fisik

Pengalaman Hidup: Akan Kubuktikan, Seseorang Tidak Dinilai dari Fisiknya

Smarteen.co.id — Hari itu aku menahan air mataku sekuat tenaga agar tak lagi mengalir di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *