Home / NETIZEN / KISAH NYATA: Tak Mudah Cari Sahabat, Maka Peganglah Erat Sahabat Surgamu

KISAH NYATA: Tak Mudah Cari Sahabat, Maka Peganglah Erat Sahabat Surgamu

Smarteen.co.id — Suatu hari, di kelas, aku banyak ketinggalan pelajaran dan ulangan harian. Aku pun harus mengikuti ulangan harian susulan. Namun, yang sangat kusedihkan adalah, tiada seorang pun yang mau membantuku belajar. Lagi-lagi, aku menangis dan merenungi, apa yang sudah kulakukan hingga membuat mereka begitu padaku.

Waktu ulangan harian susulan tiba, aku tak tahu harus jawab apa, dan saat hasilnya dibagikan, semua nilaiku menurun. Cuma satu mata pelajaran yang alhamdulillah tetap baik.

Sejak itu, aku mulai merasakan lagi berbagai ujian dari Allah datang menghampiriku. Saat pembagian rapor pun nilaiku menurun. Aku merenungi apa yang telah terjadi. Aku rasa ini semua mungkin karena keimananku sedikit-sedikit mulai menurun. Aku terlalu banyak memikirkan hal duniawi tanpa menyertakan Allah.

Ujian dari Allah pun berlanjut, dan aku mulai merasa tak mampu menahan beban yang kian banyak. Mulai dari pelajaran, organisasi, dan lain-lain. Aku stres. Aku hanya ingin hidup tenang dan bahagia.

Beberapa hari kemudian, aku mendapat cara untuk menyelesaikan semuanya. Cara itu adalah dengan menenangkan diri, bermain penuh kebahagian. Namun, ternyata itu tak benar-benar menyelesaikan masalah, dan justru membuat diriku semakin terbebani.

sahabat surga

BACA JUGA: Saat Lelahnya Perjuangan Terbayar karena Lillah

Semuanya belum berakhir, hingga pada suatu ketika salah seorang temanku datang menghampiri. Dia merasa bahwa ada yang berbeda dari diriku yang biasanya. Dia tanyakan padaku tentang ada apa dengan diriku sebenarnya. Aku pun terdiam dan berpikir terlebih dahulu, karena aku adalah orang yang tak mudah menceritakan tentang apa yang ada pada diriku pada orang lain.

Setelah mengobrol panjang, hatiku merasa mungkin inilah jalan keluar yang Allah berikan untukku. Selain dengan meningkatkan ibadah, mungkin Allah juga memberiku seorang sahabat sebagai teman curhat agar aku tidak selalu memendam perasaan.

Mulai hari itu, aku mengatakan segalanya tentang diriku padanya. Aku memberi tahu bahwa diriku bukan seperti mereka-mereka yang lain. Aku cenderung tertutup untuk hal-hal pribadi. Aku tak mau orang lain sedih dan kesal hanya karena diriku. Jadi, aku menganggap segala cobaan yang ada padaku itu hanya untuk diriku sendiri, bukan untuk membebani orang lain.

Setelah beberapa hari berlalu, aku pun kian meyakini, dia memang yang Allah berikan untuk menjadi sahabatku. Kami saling menasihati dalam kebaikan. Jika di antara kami ada yang salah, kami saling mengingatkan.

BACA JUGA: KISAH NYATA: Aku Ingin Taat, tetapi Justru Ejekan yang Kudapat

Kata Rasulullah, sahabat yang salihah bisa membawa kita menuju surga. Maka, jika kamu punya sahabat, pegang ia erat-erat dan ajak ia untuk selalu berada dalam ketaatan. Aku dan sahabat-sahabatku sudah seperti aku bersama saudari-saudariku. Saudari surgaku.

Aku sering berkata kepada saudariku, “Ukhti, jika aku tidak ada di surga, tolong cari aku di neraka dan ajak aku bersamamu di surga.” []

Oleh:
Ain Awliana
SMAIT Ihsanul Fikri Magelang

About Ibnu Majah

Check Also

Endometriosis

KISAH NYATA: Divonis Endometriosis, Aku Berusaha Tetap Mensyukuri Ujian Ini

Smarteen.co.id — “Setelah semua pemeriksaan, USG, dan lain-lain. Mohon maaf, Bu, putri Ibu, Nona Sarah, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *